Selasa, 30 April 2013

Bon Jovi

Bon Jovi adalah kelompok musik rock dari New Jersey, Amerika Serikat. Mereka telah menjual lebih dari 40 juta album di Amerika Serikat dan lebih dari 120 juta keping album di seluruh dunia sejak berdirinya pada tahun 1984.




Anggota sekarang
Jon Bon Jovi - vokalis, gitaris
Richie Sambora - gitaris, backing vocal
Tico Torres - drummer, pemain perkusi
David Bryan - keyboardis, backing vocal
Mantan anggota
Alec John Such - bassis

Sejarah
Awal mula Kisah Bon Jovi bermula dari daerah Sayreville, New Jersey. Ketika itu Jon Bon Jovi (vokalis dan gitaris Bon Jovi) dan kedua saudaranya diangkat oleh Carol dan John Bongiovi. Sejak umur 10, Jon kecil sering ke klub lokal. Ia yakin suatu hari ia akan menjadi bintang rock. Panggungnya sangat dekat dengan rumah Jon. Saat berusia 16 tahun, Jon bermain dari satu klub ke klub lainnya. Namun, tak perlu waktu lama untuk menggaet David Bryan (keyboardis Bon Jovi). Bryan memainkan lagu-lagu R&B, dan bandnya adalah Atlantic City Expressway. Jon juga bermain bersama The Rest, The Lechers, dan John Bongiovi And The Wild Ones. Sementara itu, Richie Sambora (gitaris Bon Jovi) bergabung dalam band Extreme, band dengan sedikit sentuhan funk dan fusion outfit, sebelum menggaet Alec John Such (mantan bassis Bon Jovi) ke dalam band bernama The Message. Setelah The Message pecah, Alec bergabung bersama Tico Torres (drummer Bon Jovi) dalam Phantom's Opera. Namun formasi inti Bon Jovi belum terbentuk sampai Maret 1983. Pada suatu saat yang tepat, tempat yang tepat, dan orang yang tepat, Jon bekerja sebagai penyapu lantai pada sebuah studio rekaman. Jon telah menulis Runaway, dan dengan back-up orang studio yang disewa sepupu Jon, Tony Bongiovi, Jon merekam Runaway. 5 orang yang membantu Jon merekam Runaway adalah : Dave "The Snake" Sabo (gitaris), Tim Pierce (gitaris), Hugh McDonald (bassis), Roy Bittan - (keyboardis), dan Frankie LaRocha - (drummer). Stasiun radio lokal memperkenalkan Runaway pada pita kompilasi. Segera lagu itu sering diputar di radio karena diminta pendengarnya. Kesuksesan dari Runaway membuat Jon berfikir, ia harus punya personil inti jika ingin sukses dengan melakukan perjalanan antar klub untuk mendukung singelnya itu. Mulanya, Jon menarik Alec dan Tico, lalu David Bryan (sebelumnya sudah masuk), lalu gitaris Dave "The Snake" Sabo, yang kemudian masuk ke Skid Row, dan akhirnya, Dave diganti oleh Richie. Mereka memulai pertunjukan di New York. Band ini akhirnya bergabung dengan perusahaan rekaman Derek Shulman dengan PolyGram-nya. Band ini mulanya bernama Victor, John Lightening, Jon Bongiovi's, dan akhirnya berubah nama menjadi Bon Jovi.

Tidak bisa dpungkiri lagi kalau Bon Jovi yang merupakan salah satu referensi musik rock dunia yang begitu fenomenal di decade 80 an hingga 90 an sangat identik sekali dengan frontman-nya atau vocalist –nya, yaitu John Francis Bongiovi Jr. atau yang lebih kita kenal dengan nama Jon Bon Jovi.Tidak hanya karena namanya menjadi identitas band. Tapi sekelompok musisi asal New Jersey yang terbentuk pada tahun 1983 ini, bisa jadi band papan atas berkat ambisi sang vocalis, Jon Bon Jovi.

Biografi Jon Bon Jovi, lahir pada tanggal 2 Maret 1962. Sedari kecil si Jon Bon Bovi ini memang sudah memantapkan niatnya untuk menjadi seorang rocker saat dewasa kelak. Ini terlihat dari kebiasaannya menghabiskan waktu di klub malam lokal, Ashbury Park, hanya untuk sekedar hang out, mendengarkan musik, atau jamming dengan musisi yang tampil.

Setelah merasa punya modal, pada tahun 1979, Jon Bon Jovi kemudian berinisiatif membentuk band dengan nama Atlantic City Expressway. Meski kelasnya hanya band lokal, tapi band ini lumyan sukses juga. Tapi hasilnya belum bisa memuaskan Jon Bon Jovi. Menginggat karir yang ingin dicapai Jon Bon Jovi tidah hanya sekedar dikenal di kampung halamannya saja tetapi bisa go internasional dan dikenal di seluruh belahan dunia.
Sebagai referensi dan juga patut dicontoh adalah ambisi yang dimiliki Jon Bon Jovi tidak lantas menutup matanya, tidak segan – segan pekerjaan sebagai tukang sapu studio rekaman juga dilakoninya supaya bisa berinteraksi secara total dengan para musisi top. Tempat kerja yang dipilih Jon Bon Jovi ini pun merupakan studio rekaman legendaries bernama “Power Station Studio”
Di sela – sela pekerjaannya sebagai tukang sapu studio, si Jon ini mulai mencoba menulis lagu. Dari tahun 1980 hingga 1983, 50 judul lagu berhasil ia tulis. Dari sekian banyak lagu ciptaannya, Jon Bon Jovi memilih lagu berjudul “Runaway” untuk dibikin demo. Ternyata, ada sebuah stasiun radio lokal benama WAPP yang tertarik dengan demo tadi. Oleh stasiun radio penggemar musik indie itu, lagu Jon Bon Jovi diudarakan, hasilnya lagu “Runaway” menjadi cukup populer.


Sayangnya kepopuleran lagu Runaway belum ada pendukungnya, sebab Jon Bon Jovi belum punya band. Akibatnya kontrak rekaman juga belum bisa didapat oleh si Jon ini. Didorong keinginannya yang begitu besar untuk bisa nemiliki sebuah band professional, maka Jon Bon Jovi mulai nengumpulkan personil buat membentuk band. Musisi yang pertama kali dikontak adalah, keyboardis, David Bryan, yang jugaa merupakan bekas rekannya di Atlantic City Expressway.

Meskipun tidak seambisius Jon Bon Jovi, tapi David Bryan, yang lahir pada 7 Februari 1962 ini ternyata juga punya cita – cita berkarir di dunia musik. Buktinya saat Jon Bon Jovi menghubunginya buat ikut gabung, David kemudian mengalihkan pendidikannya dari sekolah kedokteraan ke sekolah musik, Julliard Music School, di New jersey. Karena sejak kecil David Bryan ini memang sudah deket banget dengan dunia musik. Saat diajak Jon Bon Jovi untuk ngeband, si David ini langsung menjawab oke. Keduanya kemudian membentuk Jon Bongiovi & The Wild Ones, band yang jadi cikal bakalnya Bon Jovi. Berbekal nama tersebut, kedua calon musisi ini mulai mengirim demo – demo ke sejumlah perusahaan rekaman, bahkan sampai yang berdomisili di Los Angeles.

Meski usaha yang dilakukan terbilang cukup gencar, tetap saja belum membuahkan hasil. Sebab demo yang mereka kirim dianggap belum sempurna lantaran band belum lengkap dan hanya terdiri dari dua personil saja. David dan Jon kemudian mulai giat mencari personil pelengkap. Dan, orang yang beruntung menjadi incaran adalah drummer Frankie & The Knockouts, Tico Torres.

Sebenarnya, drummer kelahiran 7 Oktober 1953 ini lebih condong ke musik jazz. Selain itu si Tico Torres ini juga lebih berpengalaman di dunia musik. Tercacat sebelum dikontak Jon Bon Jovi, Tico sudah menyelesaikan 26 album rekaman bersama musis – musisi top seperti Alice Cooper, Cher, sampai Chuck Berry. Meski jauh berpengalamn daripada Dvid Bryan dan Jon Bon Jovi, tetapi Tico langsung respek saat bertemu Jon Bon Jovi saat pertama kali. Meskipun aliran musik yang bakal diusung band baru ini agak berbeda dengan gaya permainan Tico Torres, tetapi ajakan untuk bergabung juga langsung diterima Tico Torres.
Bergabungnya Tico Torres, membuat langkah Jon Bon Jovi untuk memantapkan formasi bandnya menjadi semakin cepat. Sebab Tico Torres kemudian mengusulkan nama bassis band Jersey bernama Alec John Such untuk dipertimbangkan sebagai personil berikutnya. Pasalnya Tico tahu persis kalo ciri permainan Alec John Such bakal klop dengan band bentukan Jon Bon Jovi. Latar belakang mereka pernah bermain bareng di sebuah band bernama “Phantom’s Opera” jadi referesinya.

Pemain bass kelahiran 14 November 1956 ini ternyata cukup klop dengan Jon Bon Jovi dan bandnya. Makanya eks personil New Jersey All State Orchestra saat masih jadi murid di Rahway Junior High School ini dengan cepat diterima. Sayangnya waktu itu, tidak ada yang mengira kalau Alec pada akhirnya harus berpisah duluan dengan mereka.

Empat orang personil utama sudah lengkap, sekarang tinggal posisi yang benar – benar menentukan dan penting bagi sebuah band rock, yaitu gitaris. Mencari seorang gtaris yang berkarakter ternyata bukan persoalan gampang. Makanya Jon Bon Jovi tidak lantas langsung menetapkan gitaris resminya. Untuk sementara, Jon menunjuk seorang teman yang tinggal bersebelahan dengan rumahnya bernama Dave Sabo, sebagai gitaris yang kelak menjadi gitaris Skid Row.

Alasan Jon Bon Jovi merekrut Dave Sabo , sebagai gitaris tanpa audisi karena ada tawaran manggung buat bandnya. Event pertama ini adalah penampilan konser para pendukung album kompilasi radio WAPP. Memang sih lagu “Runaway” yang mereka bawain waktu itu mendapatkan sambutan yang cukup antusias dari para penonton. Hanya saja Jon Bon Jovi belum bisa menerima Dave Sabo sebagai gitarisnya lantaran umurnya yang masih muda banget.

Kebetulan sehabis konser ada seorang pemuda bernama Richie Sambora tiba – tiba mundekati Jon Bon Jovi sambil menawarkan diri menjadi gitaris. Promosi Richie Sambora waktu itu adalah banyak mempunyai lagu ciptaan sendiri, selain permainan gitarnya yang cukup mantap. Tertarik dengan promosi Richie, Jon Bon Jovi kemudian mengadakan audisi khusus.

Gitaris kelahiran 11 Juli 1959 ini ternyata tidak berlebihan. Saat audisi semua kemampuannya dikeluarkan. Basic permainan yang dipengaruhi aliran blues milik Eric Clapton ternyata cukup memukau Jon dan rekan- rekannya. Jelas saja karena teknik – teknik istimewa tersebut sudah dikuasai Richie Samboro sejak berumur 12 tahun. Belakangan ketahuan kalau gitaris ini juga punya banyak pengalaman di dunia musik. Band – band yang pernah disinggahinya anatara lain Rebel, Mercy, Duke Williams & The Extremes, The Message, The Next, dan Hook. Jadi Richie pun diterima sebagai anggota kelima menggantiakan posisi Dave Sabo.

Bergabungnya Richie Sambora sekaligus meresmikan munculnya nama Bon Jovi. Formasi ini benar – benar dahsyat. Mereka hanya butuh 3 tahun sejak terbentuk untuk mencapai puncak karir tinggi di blantika musik dunia. Setelah merilis album Bon Jovi (1984), dan “7800◦Fahrenheit (1985), mereka merilis album masterpiece, “Slippery When Wet “ (1986) yang laku 10 juta kopi di seluruh dunia.

Nama Bon Jovi pun menjadi top act. Album – album berikutnya seperti New Jersey (1988), Keep The Faith (1992) dan kompilasi Cross Road (1994), meraup keuntungan besar. Sedemikian besarnya nama Bon Jovi, maka ketika Alec John Such keluar dari formasi pada tahun 1994, ternyata tidak memberi pengaruh besar. Karir Bon Jovi diteruskan dengan album – album yang sama dahsyatnya, seperti “These Days” (1995), “Crush” (2000), “Bounce” (2002), dan “This Left Feeling Right” (2004)

Tidak terasa hampir memasuki decade ketiga karir Bon Jovi di dunia musik. Bukti kalau mereka mampu bertahan di tengah gencarnya gelombang musik – musik baru. Yang jelas musik mereka tidak pernah kehilangan pamor buat bersaing. Hasil dari sebuah ambisi yang hebat dari seorang tukang sapu studio

Selasa, 23 April 2013

7 Air Terjun Paling Maut di Dunia

Air terjun memang bukan cuma soal pemandangan, tapi juga debit air dan ketinggiannya. Kalau Anda memang suka tantangan, coba hampiri 7 air terjun paling tinggi dan paling maut di dunia berikut ini.

Di luar pemandangannya yang dahsyat, beberapa air terjun di dunia dinilai paling maut karena ketinggiannya. Oleh karena itu, banyak traveler yang haus akan tantangan berdatangan mengunjunginya. Dilihat detikTravel dari situs Wonders World, ini dia hitung mundur 7 air terjun paling maut di dunia:


7. Yosemite Falls, AS
 img
Dimulai dari nomor 7, ada Yosemite Falls di Taman Nasional Yosemite, California, Amerika Serikat. Dengan tinggi mencapai 739 meter, air terjun ini menjadi primadona traveler dunia. Uniknya, air terjun ini memiliki beberapa lembah yang memecah jatuhnya air dari atas.

Pada ketinggian 436 meter, ada sebuah lembah berukuran cukup besar. Debit air yang cukup besar dari atas seakan menabrak lembah dan menghasilkan percikan air yang indah. Kemudian, air akan kembali jatuh ke bawah. Selanjutnya, ada juga lembah kecil di ketinggian 205 meter dan 97 meter. 

Lembah-lembah tersebut tidak dibuat oleh manusia. Air terjun yang tinggi membuat tekanan air sangat besar, sehingga membuat lubang yang saat ini dikenal dengan nama lembah di Yosemite Falls.


6. Mutarazi Falls, Zimbabwe
 
Siapa sangka, ternyata Zimbabwe juga punya air terjun yang sangat tinggi dan cantik. Namanya Mutarazi Falls, air terjun setinggi 762 meter yang jatuh di Sungai Mtarazi. Ternyata, air terjun ini sudah sering didatangi oleh banyak traveler. 

Mereka yang datang biasanya adalah yang suka tantangan. Para wisatawan tersebut biasa melompat bebas berbekal parasut dari puncak air terjun. Berbeda dengan Yosemite Falls yang memiliki lembah, Mutarazi Falls tampak polos tanpa halangan bagi yang mau terjun bebas hingga ke dasarnya.


5. Gocta Cataracts, Peru
 img
Selanjutnya ada Gocta Cataracts di Peru yang punya 2 air terjun sekaligus. Keduanya mengalir dari ketinggian 771 meter menuju Sungai Cocahuayco. Air terjun ini sudah dikenal oleh warga sekitar selama berabad-abad. Tapi kemudian mendadak terkenal karena ilmuwan asal Jerman, Stefan Ziemendorff. Dirinya mengukur ketinggian air terjun dan mempopulerkannya.

Air terjun ini dikenal memiliki debit air yang besar. Saking besarnya, suara deburan airnya sudah terdengar dari radius beberapa kilometer.


4. Air Terjun Mongefossen, Norwegia
 img
Hanya berbeda 2 meter dari Gocta Cataracts, Norwegia punya air terjun bernama Mongefossen dengan ketinggian 773 meter. Air terjun ini terlihat sangat cantik. Banyak juga wisatawan yang terjun bebas dari puncaknya.

Sayangnya, air di Mongefossen saat ini sudah tak sederas dulu. Airnya digunakan sebagian untuk pembangkit listrik tenaga air. Jadi saat musim panas, bisa jadi Mongefossen tak akan mengeluarkan air sedikitpun.


3. Air Terjun Ramnefjellsfossen, Norwegia
 
Berada di posisi ketiga dan masih di Norwegia, ada Ramnefjellsfossen yang memiliki ketinggian 818 meter. Air terjun yang juga dikenal dengan nama Utigardsfossen ini punya debit air yang sangat besar. Semua air tersebut mengisi Danau Lovatnet yang tenang dan indah.

Pada ketinggian sekitar 599 meter, air yang jatuh dari puncaknya 'singgah' terlebih dulu bebatuan yang cukup besar. Setelah itu, air kemudian kembali meluncur bebas menuju danau di bawahnya. 


2. Tugela Falls, Afrika Selatan
 
Memiliki ketinggian 948 meter, membuat Tugela Falls dikenal sebagai air terjun tertinggi kedua di dunia. Air terjun ini berada di lereng Pegunungan Dragon yang masih masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Royal Natal. 

Selain memiliki ketinggian yang dahsyat, Tugela Falls juga punya dinding yang cantik. Sesekali air terjun akan terpecah karena menghantam dinding batu yang menjorok keluar. Saat sore hari, Tugela Falls terlihat makin cantik. Air terjun ini akan disinari oleh cahaya matahari dan memantulkannya menjadi pelangi yang indah.


1. Angel Falls, Venezuela
 
Di ujung Gunung Auyantepui di Rio Caroni, Taman Nasional Canaima, Venezuela, Amerika Selatan, air terjun ini mengalirkan air dari ketinggian 979 meter. Nama air terjun ini sebenarnya diambil dari nama pilot yang pertama kali terbang untuk mencari tambang emas pada tahun 1963. Pilot bernama James Crawford Angel tersebut kemudian melihat air terjun dan mendaratkan pesawat tidak jauh lokasi. Untuk mengenang penemuannya, maka air terjun tersebu diberi nama Angel Falls.

Saat air sedang banyak-banyaknya terjun dari atas, jangan pernah untuk berdiri persis di bawah air dengan maksud untuk merelaksasikan badan seperti yang bisa Anda lakukan di air terjun lainnya. Jika Anda memaksakan itu, bukan kesegaran yang bisa didapat, tapi malah justru sakit yang bisa Anda rasakan. Hati-hati juga jika berencana untuk terjun bebas dari puncaknya, sebab Angel Falls punya dinding berbatu tajam.